Evaluasi Eko-Teknis Struktur Habitat Lamun dan Kelimpahan Echinodermata di Pulau Pahawang

Authors

  • Nurdiana Nurdiana Jurusan Ilmu Kelautan, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Sriwijaya, Palembang, Indonesia
  • Anna Ida Sunaryo Purwiyanto Jurusan Ilmu Kelautan, Fakultas MIPA, Universitas Sriwijaya
  • Riris Aryawati Jurusan Ilmu Kelautan, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Sriwijaya, Palembang, Indonesia
  • Isnaini Isnaini Jurusan Ilmu Kelautan, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Sriwijaya, Palembang, Indonesia
  • Hartoni Hartoni Jurusan Ilmu Kelautan, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Sriwijaya, Palembang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.29303/jstl.v11i4.943

Keywords:

Echinoderm, Seagrass, Ecosystem, Pahawang Island

Abstract

Seagrass ecosystems serve as important habitats for various marine organisms, including Echinodermata. This study aims to examine the relationship between seagrass cover and the abundance of Echinodermata in the waters of Pahawang Island. Sampling was conducted at four stations using the transect–quadrat method, followed by species identification and measurements of seagrass cover. Three seagrass species were recorded: Enhalus acoroides, Thalassia hemprichii, and Halodule uninervis. Eight species of Echinodermata from four classes were found, with Diadema setosum being the most abundant and occurring at all stations. Other species appeared selectively, depending on local habitat conditions. Higher Echinodermata abundance was observed in areas with greater seagrass cover. Regression analysis revealed a positive relationship between seagrass cover and Echinodermata abundance, indicating that denser seagrass beds support higher population levels. Overall, the condition of seagrass ecosystems plays a key role in shaping the abundance and distribution of Echinodermata, highlighting the importance of conserving seagrass habitats around Pahawang Island.

References

Aisyah, S., & Romadhon, A. (2020). Hubungan Persen Penutupan Lamun Dengan Kepadatan Echinodermata Di Pulau Bawean Kabupaten Gresik Jawa Timur. Juvenil: Jurnal Ilmiah Kelautan dan Perikanan, 1(1), 132-140.

Akbar, A., Mayaguezz, H., & Susanti, O. (2025). Struktur Komunitas Karang dan Ikan arang di Perairan Pulau Pahawang. Journal of Marine Research, 14(2), 234-253

Erlangga, Y., El Rahimi, S. A., & Devira, C. N. (2018). Struktur Komunitas Echinodermata di Perairan Pantai Gapang, Desa Iboih, Kecamatan Sukakarya, Sabang. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah, 3(1), 92-101.

Fatimah, H., Nuraini, R. A. T., & Santoso, A. (2020). Struktur Komunitas Echinodermata di Padang Lamun Karimunjawa, Jepara Jawa Tengah. Journal of Marine Research, 9(3), 311-316.

Hidayat, S. A., Bachtiar, I., & Suyantri, E. (2025). Community Structure of Echinoderms at The Intertidal Zone of Serinting Beach Special Economic Zone of Mandalika. Jurnal Biologi Tropis, 25(3), 2396-2403.

Irianto, A., Jahidin, J., & Sudrajat, H. W. (2016). Kelimpahan Bulu Babi (Echinoidea) di Intertidal Perairan Pulau Liwutongkidi Kecamatan Siompu Kabupaten Buton Selatan. Jurnal Ampibi, 1(2), 27-30.

Lukmansyah, N. N., Munir, A. M. S., & Anzani, Y. M. Analisis Komposisi Jenis Dan Kepadatan Makrozoobentos Pada Ekosistem Perairan Danau Serantangan Singkawang. Jurnal Sains Pertanian Equator, 15(1), 222-229.

Mardani, A., Purwanti, F., & Rudiyanti, S. (2018). Strategi pengembangan ekowisata berbasis masyarakat di Pulau Pahawang Propinsi Lampung. Management of Aquatic Resources Journal, 6(1), 1-9.

Monita, D., Endrawati, H., & Riniatsih, I. (2021). Bioekologi Lamun di Perairan Teluk Awur, Jepara, Jawa Tengah. Journal of Marine Research, 10(2), 165-174.

Mufida, I., Pertiwi, M. P., & Rostikawati, R. T. (2023). Keanekaragaman Jenis Echinodermata di Pantai Drini Gunung Kidul, Yogyakarta. Jurnal Ilmu Dasar, 24(1), 19-30.

Natalia, A., Indrawan, G. S., & Ulinuha, D. (2025). Hubungan Kepadatan Echinodermata Terhadap Tutupan Lamun di Kawasan Pantai Sanur, Kota Denpasar. Journal of Marine Research and Technology, 8(2), 180-189.

Nugraha, A. H., Ramadhani, P., Karlina, I., Susiana, S., & Febrianto, T. (2021). Sebaran jenis dan tutupan lamun di perairan pulau Bintan. Jurnal Enggano, 6(2), 323-332.

Odum, E. P. (1993). Ecology and Our Endangered Life-Support Systems. 2nd Edition. Sunderland, Massachusetts: Sinauer Associates.

Pakpahan, H. L., Irwani, I., & Widowati, I. (2020). Komposisi dan Kelimpahan Ophiuroidea dan Echinoidea di Perairan Pantai Pok Tunggal, Gunung Kidul, Yogyakarta. Journal of Marine Research, 9(2), 109-118.

Palupi, D. (2024). Populasi Dan Komunitas. Biologi Lingkungan, 24 hlm

Prakoso, K. (2015). Kelimpahan Epifauna di Substrat Dasar dan Daun Lamun Dengan Kerapatan yang Berbeda di Pulau Pahawang Provinsi Lampung. Management of Aquatic Resources Journal, 4(3), 117-122.

Prasetio, D., Suharti, R., Irawan, H., Bramana, A., Jabbar, M. A., Zulkifli, D., & Rahayu, S. M. (2024). Struktur Komunitas Echinodermata Pada Ekosistem Lamun Di Gili Gede, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Jurnal Perikanan Unram, 14(1), 29-40.

Pratama, F. R., Suryanti, S., & Suryanto, A. (2018). Pemetaan Sebaran Echinodermata Pada Karakteristik Perairan Pulau Menjangan Kecil, Taman Nasional Karimunjawa (Mapping The Echinoderms Distribution In Coastal Characteristics Of Menjangan Kecil Island, Karimunjawa National Park). Management of Aquatic Resources Journal, 6(4), 415-422.

Rahfika, R., Rahman, I., & Paryono, P. (2024). Komposisi Jenis dan Tutupan Lamun di Perairan Dusun Pandanan, Sekotong, Lombok Barat. Jurnal Sains Teknologi & Lingkungan, 10(2), 282-295.

Ramadani, U. P., Muthmainnah, R., Ulhilma, N., Wazabirah, A., Hidayatullah, R., & Harmonedi, H. (2025). Strategi Penentuan Populasi dan Sampel dalam Penelitian Pendidikan: Antara Validitas dan Representativitas. QOSIM: Jurnal Pendidikan Sosial & Humaniora, 3(2), 574-585.

Sadhukhan, K., Ramesh, C. H., Shanmugaraj, T., & Murthy, M. R. (2020). Photographic evidence on association of sponge dwelling brittle star Ophiactis savignyi with Chocolate sponge Spheciospongia sp. in Gulf of Mannar. Gulf of Mannar. International Journal of Fisheries and Aquatic Studies, 8(1), 37-40.

Sarinawaty, P., Idris, F., & Nugraha, A. H. (2020). Karakteristik morfometrik lamun Enhalus acoroides dan Thalassia hemprichii di pesisir Pulau Bintan. Journal of Marine Research, 9(4), 474-484.

Silaban, R., & Dobo, J. (2023). Kepadatan dan Laju Pertumbuhan Bulu Babi (Tripneustes gratilla) di Perairan Letman, Kabupaten Maluku Tenggara. Jurnal Kelautan: Indonesian Journal of Marine Science and Technology, 16(2), 101-109.

Simatupang, M.Y.C., Sarong, M.A. & Ulfah,M. 2017. Keanekaragaman Echinodermata Dan Kondisi Lingkungan Perairan Dangkal Pulau Pandang Kabupaten Batu Bara Provinsi Sumatera Utara. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan dan Perikanan Unsyiah, 2(1):97-103

Tala, W. S., Kusrini, K., & Jumiati, J. (2021). Struktur komunitas echinodermata pada berbagai tipe habitat di daerah intertidal Pantai Lakeba, Kota Baubau Sulawesi Tenggara. Jurnal Kelautan Tropis, 24(3), 333-342.

Tasabaramo, I. A., Kawaroe, M., & Rappe, R. A. (2015). Laju pertumbuhan, penutupan dan tingkat kelangsungan hidup Enhalus acoroides yang ditransplantasi secara monospesies dan multispesies. Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis, 7(2), 757-770.

Yunita, R. R., Suryanti, S., & Latifah, N. (2020). Biodiversitas Echinodermata pada Ekosistem Lamun di Perairan Pulau Karimunjawa, Jepara. Jurnal Kelautan Tropis, 23(1), 47-56.

Downloads

Published

2025-12-30